Dilansir dari gridhealth.id, belum ada kematian terkait varian tersebut yang dilaporkan meskipun WHO mengatakan hal tersebut menimbulkan risiko tinggi dan lonjakan infeksi.
Di samping itu, Tedros juga berterima kasih kepada Botswana dan Afrika Selatan yang telah mendeteksi varian baru tersebut.
Botswana dan Afrika Selatan dianggap mampu melaporkan varian tersebut dengan sangat cepat.
Lebih lanjut, Tedros menyampaikan rasa prihatinnya terhadap negara-negara tersebut.
"Sangat memprihatinkan bagi saya bahwa negara-negara itu sekarang sedang dihukum oleh orang lain karena melakukan hal yang benar," ujarnya.
Pada pertemuan tiga hari Menteri Kesehatan WHO, delegasi namibia menyatakan kekecewaannya terhadap negara-negara yang memberlakukan larangan perjalanan di Afrika Selatan.
Menurutnya, larangan tersebut hanyalah sebuah reaksi spontan yang didasarkan pada politik.
"Larangan perjalanan ini adalah reaksi spontan yang didasarkan pada politik, bukan pada sains atau pedoman dari konstitusi WHO," ujarnya.
Tanzania menyerukan pencabutan segera pembatasan perjalanan yang merugikan pariwisata di kawasan tersebut.
Adapun akan ada juga menyuarakan rasa terima kasih atas transparansi yang diberikan para pemimpin regional di Afrika.