Pilih Karantina di Ruang Bawah Tanah Karena Positif Covid19, Pasutri ini Justru Ditemukan Meregang Nyawa Oleh Sang Anak yang Masih Berusia 11 Tahun

Senin, 01 Maret 2021 | 21:15
Net

Ilustrasi mayat

Gridhype.id-Pandemi covid-19 yang telah menjangkit hampir ke seluruh dunia ini membuat masyarakat dunia harusterbiasa dengan beberapa aturan baru.

Salah satunyamenjalani karantina dan isolasi mandiri di rumah ketika terapar covid-19.

Ada banyak kisah karantina ataupun isolasi mandiri yang berujung tragis.

Salah satunya adalah kisah sepasang suami istri yang berada di Missouri, Amerika Serikat.

Melansir dari The Sun, Pasutri yang dinyatakan positif Covid-19 lebih memilih untuk melakukan karantina dan isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Vaksinasi Covid-19 Ternyata Bisa Timbulkan Efek Samping yang Disebut sebagai Covid Arm, Apa Itu?

Mereka mengisolasii diri mereka di ruang bawah tanah yang berada di Missouri, Amerika Serikat.

Namun hal naas justru terjadi kepada pasangan suami istri tersebut.

Mereka justru ditemukan meninggal dunia di ruang bawah tanah rumahnya sendiri.

Tragisnya lagi, putri mereka yang masih remajalah yang menemukan jika orangtuanya sudah tak bernyawa lagi.

Tetangga pasangan Mehlville, yang baru saja pindah ke rumah mereka di St. Louis, mengatakan anak perempuan berusia 11 tahun itu adalah anak satu-satunya dalam keluarga itu.

Baca Juga: Pemerintah Teken Peraturan Terkait Vaksinasi Gotong Royong, Epidemiolog Singgung Soal Ketidakadilan

(FACEBOOK via THE SUN)
(FACEBOOK via THE SUN)

Eika dan Gregory Greenman ditemukan telah meninggal di tempat tidur akibat Covid-19 di ruang bawah tanah rumahnya.

"Kehilangan kedua orang tua pada satu waktu sungguh tragis bagi Anda tahu untuk anak berusia 11 tahun, sungguh tragis," kata tetangganya, Chuck Duy melansir The Sun pada Senin (1/3/2021).

Dia menceritakan, keluarga tersebut sempat datang ke rumahnya dan memberi kue saat natal tahun lalu.

"Mereka orang-orang yang paling baik. Kami berdoa untuk gadis itu dan keluarga mereka."

Duy mengatakan para tetangga mengira Erika menderita stroke.

"Seharusnya dia pergi ke rumah sakit," katanya tentang Erika.

"Mereka mengira dia terkena stroke, tapi saya kira itu karena Covid-19."

Baca Juga: Vaksinasi Gotong Royong Bakal Dibagikan Secara Gratis untuk Karyawan dan Keluarganya, Kemenkes: Tidak akan Dipungut Biaya Apapun

Menurutnya Erika dan Gregory Greenman sebelumnya diketahui sudah dinyatakan positif Covid-19.

Tetapi dikirim pulang ke rumah.

Sang suami tertular kemudian, dan sudah dinyatakan positif Covid-19 dalam hasil tes.

“Jadi mereka berdua dikarantina di lantai bawah di kamar tidur mereka di ruang bawah tanah mereka," katanya tentang situasi mereka.

Saat itulah kedua Greenman itu menjalani karantina di ruang bawah tanah mereka.

Seorang wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai saudara perempuan Erika mengonfirmasi bahwa Erika dan Gregory Greenman telah meninggal pada 18 Februari.

"Tolong doakan keluarga saya," kata Anne Nance Bulliner di Facebook.

"Kami kehilangan adik perempuanku dan suaminya hari ini. Hari yang menyedihkan! Aku akan sangat merindukanmu. Aku mencintaimu!!". (*)

Editor : Ngesti Sekar Dewi

Sumber : Facebook, The Sun

Baca Lainnya