Follow Us

6 Orang Jadi Tersangka Tragedi Itaewon, Ini Kesalahan Mereka hingga Ratusan Nyawa Melayang Saat Pesta Halloween

Dwi Purworahayu - Jumat, 11 November 2022 | 06:00
Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran bekerja di lokasi kerumunan Halloween di Itaewon Seoul, Korea Selatan, Sabtu, 29 Oktober 2022. Puluhan orang dilaporkan mengalami serangan jantung, sesak napas dan terdapat korban tewas((Lee Ji-eun/Yonhap via AP))
dok. via Kompas.com

Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran bekerja di lokasi kerumunan Halloween di Itaewon Seoul, Korea Selatan, Sabtu, 29 Oktober 2022. Puluhan orang dilaporkan mengalami serangan jantung, sesak napas dan terdapat korban tewas((Lee Ji-eun/Yonhap via AP))

GridHype.ID - Pesta Halloween yang berubah jadi tragedi Itaewon memang menyita perhatian dunia.

Pasalnya, ada sekitar 156 orang tewas akibat tragedi Itaewon yang terjadi pada Sabtu (29/10/2022).

Ya, melansir Intisari online, sebanyak 101 wanita dan 55 pria jadi korban tewas dalam tragedi Itaewon.

Mirisnya, dari semua korban yang kebanyakan berusia 20 tahun-an, 26 di antaranya merupakan warga negara asing.

Pemerintah Korea Selatan pun melakukan penyidikan untuk mengidentifikasi tersangka dalam tragedi Itaewon tersebut.

Diberitakan Korea Herald via Kompas.com, pada Kamis (10/11/2022), para tersangka itu berasal dari pihak kepolisian.

Sebab menurut Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, pihak kepolisian dinilai lambat merespons laporan masyarakat terkait padatnya orang di Distrik Itaewon yang sedang merayakan Pesta Halloween.

Badan Kepolisian Nasional lalu membentuk tim investigasi khusus yang kemudian menggeledah 55 tempat yang terkait tragedi Itaewon.

Dari hasil penggeledahan tersebut, ada beberapa tersangka yang diidentifikasi, yaitu:

- Yoon Hee Keun (Kepala Badan Kepolisian Nasional)

- Kim Kwang Ho (Kepala Badan Metropolitan Seoul)

Baca Juga: Tewaskan Ratusan Nyawa Serupa di Kanjuruhan, Ini 4 Faktor Penyebab Tragedi Itaewon di Korea Selatan

- Lee Im Jae (mantan Kepala Kantor Polisi Yongsan)

- Ryu Mi Jin (Badan Kepolisian Metropolitan Seoul)

- Park Hee Young (Kepala Kantor Distrik Yongsan)

- Choi Seong Beom (Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan)

Berikut beberapa kesalahan keenam tersangka menurut tim investigasi khusus.

Yoon Hee Keun dan Kim Kwang Ho baru mendapat informasi tentang tragedi Itaewon lebih dari satu jam setelah kejadian terjadi.

Sementara Lee Im Jae dilaporkan datang terlambat ke TKP. Kini dia telah diberhentikan setelah tragedi Itaewon.

Tersangka lain, Ryu Mi Jin, disebut pada saat kejadian bertanggung jawab atas ruang situasi Badan Kepolisian Metropolitan Seoul.

Sementara Park Hee Young dan Choi Seong Beom berasal dari tim intelijen di Kantor Polisi Yongsan dianggap lalai mendengar laporan masyarakat sebelum terjadinya tragedi tersebut.

Diberitakan Tribunnews.com, setidaknya ada total 79 panggilan darurat masuk ke kepolisian sebelum tragedi Itaewon.

Sebanyak 11 dari 79 panggilan darurat yang masuk, menyebut orang-orang di Itaewon berdesak-desakan dan terluka.

Baca Juga: Ratusan Nyawa Melayang, Ternyata Satu Jam Sebelum Tragedi Halloween Itaewon, Seorang Influencer Lapor ke Kantor Polisi Ingatkan Kerumunan

Sebelas panggilan itu masuk empat jam sebelum tragedi terjadi, yang berisikan peringatan soal risiko terjadinya kecelakaan di Itaewon.

Namun, catatan polisi menunjukkan personel hanya dikirim ke Itaewon sebanyak empat kali. Polisi yang datang ke Itaewon diketahui hanya membubarkan kerumunan kecil dan kembali ke kantor.

Polisi mengungkapkan panggilan pertama dari 11 telepon darurat yang masuk, yang dilakukan pada 18.34 KST, menerangkan orang-orang di Itaewon bisa "remuk sampai mati".

Tetapi, panggilan darurat itu hanya dianggap sebagai keluhan biasa atas ketidaknyamanan yang tak menimbulkan bahaya secara langsung.

Hal ini lah yang membuat Park Hee Young, tim intelijen di Kantor Polisi Yongsan masuk dalam daftar tersangka tragedi Itaewon.

Begitu pula dengan Choi Seong Beom. Ia masuk dalam daftar tersangka karena dia dinilai tidak cukup menanggapi insiden tersebut.

Akibatnya ambulans yang berada di bawah Departemen Pemadam Kebakaran Yongsan datang terlambat.

Bahkan lebih lambat dari ambulans dari Pemadam Kebakaran Jongno yang berasal di distrik sebelah.

Departemen Pemadam Kebakaran Yongsan menjelaskan ambulans terlambat tiba di tempat kejadian karena sedang merawat pasien lain di daerah tersebut.

Baca Juga: Termasuk Tragedi Halloween Itaewon, Ini Deretan Pesta yang Juga Merenggut Nyawa Ratusan Orang

(*)

Source : Tribunnews.com, intisari-online.com

Editor : Hype

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Tag Popular