Berbeda dengan di Sumatera, mereka lebih menyukai beras yang sedikit keras alias pera.
Tapi tak jarang juga yang mendapatkan beras pulen tanpa memerhatikan kualitas.
Sebuah survey mengenai hal tersebut dibeberkan oleh Marketing Drector Beras Cap Ayam Jago, Chris Oey.
Ia mengatakan bahwa ibu-ibu kurang memikirkan kualitas beras saat membelinya, mereka lebih memerhatikan kualitas air yang dimasak.
Air yang biasa dipakai untuk memasak beras adalah air galon.
Padahal mutu beras adalah hal paling utama yang menjadi sumber rasa nasi yang dikonsumsi.
(*)