Walaupun lemak dapat "dibakar", namun proses ini dapat menyebabkan liver memproduksi ketone dan mengalami penumpukan di dalam darah.
Pusing, lemas, mual, dan dehidrasi pun tidak terhindarkan.
Tidak hanya itu, kekurangan karbohidrat juga membuat tubuh kekurangan nutrisi penting lain.
Hal ini juga mengakibatkan beberapa efek samping, yakni rasa lelah berlebihan, sakit kepala, bau mulut, gangguan pencernaan (sembelit dan diare), kekurangan serat, vitamin, mineral, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Dengan mempertimbangkan risiko-risiko tersebut, maka, ketika kita berencana untuk mengurangi asupan karbohidrat maka kita juga harus memperhatikan asupan protein, serat, dan gizi sebagai penyeimbang.(*)
Artikel ini telah tayang di Nationalgeographic dengan judulTidak Makan Nasi Membuat Seseorang Menjadi Lebih Sehat, Benarkah?