Ribuan pengunjuk rasa berusaha mencapai Zona Hijau yang dijaga ketat, tempat kedutaan dan kantor pemerintah.
Seorang pejabat medis lain mengatakan tiga pemrotes ditembak mati oleh penjaga keamanan ketika mereka menyerang kantor seorang pejabat provinsi di kota selatan Nasiriyah.
Secara total, tujuh orang tewas pada Jumat dan setidaknya 48 orang telah tewas sejak protes dimulai lagi pekan ini.
Sementara diketahui sebanyak 149 orang tewas dalam gelombang demonstrasi awal bulan ini.
Protes diarahkan pada pembentukan politik yang berkuasa setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, yang banyak disalahkan atas meningkatnya korupsi dan layanan publik yang buruk.
Kementerian dalam negeri dan militer mengeluarkan pernyataan yang mengatakan beberapa pengunjuk rasa telah mengeksploitasi demonstrasi untuk menyerang gedung-gedung pemerintah dan kantor partai politik.
Baca Juga: Derita Penyakit Langka, Wanita 23 Tahun ini Selalau Merasa Seperti Orgasme Sepanjang Waktu
Kementerian mengatakan beberapa anggotanya tewas, meski tak disebutkan jumlahnya.
Militer memperingatkan bahwa akan diperlukan langkah-langkah hukum dan hukum untuk menangani mereka yang disebutnya "penyabot".
Di Baghdad, polisi Irak telah menembakkan gas air mata, peluru karet dan tembakan langsung pada hari Jumat untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di pusat Tahrir Square dan kemudian mencoba menyeberangi jembatan yang mengarah ke Zona Hijau.
Para pengunjuk rasa kembali pada Sabtu (26/10/2019), bentrok dengan pasukan keamanan.