Sebanyak 70-80 persen penderita maag mengalami maag fungsional, dimana tidak terdapat kelainan apapun melainkan terjadi karena pola hidup.
Baca Juga: Loyo Olahraga Saat Puasa, Berikut 3 Waktu Ideal Berolahraga Biar Tubuh Tetap Bugar di Bulan Ramadhan
Puasa bisa dijadikan tes untuk mengetahui apakah maag yang dialami seseorang fungsional atau organik.
"Kalau dua minggu sudah mulai membaik maagnya berarti fungsional," tuturnya.
Penggunaan obat sakit maag yang bersifat pencegahan atau mengurangi gejala bisa menjadi pilihan.
Baca Juga: Tidur Siang Enggak Boleh Terlalu Lama, Penelitian Sebut Hal Ini
Melansirhalodoc.com, studi yang dimuat dalamGovareshjuga menyatakan puasa Ramadhan tidak memberikan dampak signifikan pada penderita maag.
Penderita hanya dianjurkan untuk menghindari makan secara berlebihan ketika sahur dan berbuka, karena hal ini yang memicu kenaikan asam lambung.
Hal tersebut juga dipaparkan Dr. Ari dalam talkshow-nya.
"Perut 14 jam kosong, minum dulu satu gelas untuk membasahi. Tapi tidak boleh minum air es karena suhu tubuh sekitar 37 derajat celcius dan akan kaget," ucap Dr. Ari dikutip dari kompas.com.
Selain itu, Dr. Ari menganjurkan agar penderita maag menghindari cokelat, keju, gorengan, makanan yang terlalu pedas, hingga makanan tinggi lemak yang akan memperlambat pengosongan lambung.