Salah satunya adalah Ayano Tsukimi, salah satu penduduk asli Lembah Nagoro yang berusia 67 tahun.
Ayano adalah salah satu penduduk Lembah Nagoro yang lahir dan tumbuh besar di wilayah tersebut.
Setelah bertahun-tahun mengadu nasib di Osaka, Jepang, Ayano akhirnya memutuskan untuk kembali ke Lembah Nagoro dan menghabiskan masa hidupnya disana.
Baca Juga: Jokowi Berencana Ganti Libur Nasional Lebaran Agar Warga Tetap Bisa Mudik ke Kampung Halaman
Potret Mengerikan Lembah Nagoro, Desa Paling Menyeramkan di Jepang yang Hanya Dihuni Boneka
Namun akibat pertumbuhan laju ekonomi yang kuat, Ayano menemukan kampung halamannya tidak seramai dan semenyenangkan seperti dulu ketika ia masih kecil.
Terlebih lagi ketika harus menghadapi sedihnya ditinggalkan oleh sosok sang ayah.
Bertekad mengusir rasa sepi yang mengganggu hatinya, Ayano pun mulai membuat boneka kain yang mirip seperti sosok sang ayah.
Baca Juga: Jangan Lagi Menyimpan Tomat di Dalam Kulkas, ini Alasannya
Ratusan boneka buatan tangan Ayano Tsukimi yang memenuhi gedung sekolah dasar Lembah Nagaro.
Berawal dari itulah, Ayano akhirnya perlahan mulai membuat boneka lainnya yang mirip dengan tetangganya.
Alasan Ayano melakukan hal ini adalah untuk mengusir rasa sepi.