Fredi menjelaskan, smartphone miliknya disita dan video-video yang sempat diambilnya dihapus langsung oleh Ustaz Yusuf Mansur.
"Sebelum itu saya memang memvideokan kegiatan Yusuf Mansur di depan rumahnya, ada banyak polisi lah," terangnya.
"Setelah itu di luar Yusuf Mansur mempermasalahkan video saya, saya diintimidasi, diancam, main fisik. Main fisik di sini artinya ya memprovokasi saya, dia bilang 'ini kalau lutut bisa kena muka'."
"Kemudian HP saya disita, dipaksa tanda tangan, disuruh segera proses saja," lanjut Fredi dilansir TribunStyle.com dari kanal YouTube kanal YouTube Cahaya Islam.
Sayangnya, sampai saat ini Ustaz Yusuf Mansur maupun Wirda Mansur belum memberikan keterangan apa pun atas tuduhan Fredi.
Sementara melansirlaman Nextren, nilai token kripto besutan Wirda Mansur ini memang terus-terusan anjok sejak pertama perilisannya pada16 Februari lalu.
Alih-alih bisa "go to the heaven" seperti harapan Yusuf Mansur, I-COIN malah mengalami tren penurunan hingga 60%.
CoinMarketCap mencatat bahwa harga awal I-COIN adalah Rp 925 dan nilainya kini menyusut hingga Rp 356,39 per Kamis (24/2).
Merosotnya nilai token kripto I-COIN membuat sejumlah netizen geram terhadap tren token kripto artis dan influencer.
"Profit jadi berkah, Loss jadi sedekah," ujar akun @begu***.
"Subhanallah, agama dibuat kedok buat duniawi," ujar akun @sign***.