Fedikmenjelaskan hasil uji praklinik vaksin Merah Putih dengan basisplatform inactivated virusbahwa ujipraklinik fase satu berjalan baik dengan respons imun dari vaksin sangat menjanjikan.
"Memang kami telah sampai pada uji preklinik fase 1 dan 2. Fase satu hasilnya baik dari sisi imunogenisitas,toksisitas di dalamnya dan pendekatan respons imunnya juga, dan hasilnya menjanjikan," kata Fedik.
Fedik menambahkan, hasil uji praklinik fase 1 menjadi dasar penelitian vaksin tersebut dilanjutkan ke uji praklinik fase 2.
Akan tetapi, ia belum bisa menyampaikan hasil uji praklinik fase 2 karena masih dalam proses pengujian.
Fedik menjelaskan, pengembangan vaksin Merah Putih yang dilakukan Unair bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia ini tidak berjalan sendiri.
"Saya juga melihat komitmen PT Biotis sangat tinggi karena biaya dari produk vaksininactivated virusitu jauh lebih besar karena memerlukan sarana dan prasarana yang terstandar internasional," pungkasnya.
4. Dikawal BPOM
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan siap membantu pengembangan vaksin Merah Putih dan melakukan pengawalan terhadap regulasi agar sesuai standar internasional dikaitkan dengan aspek keamanan, mutu, dan khasiat.
"Tentunya persyaratan dan persiapan dapat dipenuhi baik pada saat praklinik maupun uji klinik," kata Penny dalam konferensi pers secara virtual.
Penyerahan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Biotisadalahsalah satu bentuk dukungan BPOMsupaya proses pengembangan vaksin tipeinactivated virustersebut dapat segera diselesaikan.
5. Diproduksi tahun 2022 sebagaiboostervaksin Covid-19