Husein mengatakan, hand sanitizer berbahan ciu rencananya akan dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Nanti dari kami gratis, (ciu) akan kami beli sebanyak-banyaknya," kata Husein.
Baca Juga: Terdengar Aneh tapi Patut Dicoba! Teh Bawang Putih Campur Parutan Jahe Mampu Lawan Bakteri dan Virus
Melihat kabar tersebut, penting untuk disadari bukan berarti ciu bisa langsung kita jadikan untuk membersihkan tangan.
Perlu adanya proses dan penelitian lebih lanjut terkait bahan tambahan apa saja yang tepat untuk menjadikan ciu tersebut sebagai hand sanitizer.
Apalagi meski tergolong tradisional, namun kadar alkohol pada ciu tak main-main, mulai dari 30 %, 70 % hingga 90 % tergantung proses penyulingannya.
Dengan kandungan alkohol yang tinggi ini tentu bisa berdampak pada permasalahan kulit jika sering menggunakannya.
Terkait pencegahan virus corona, perlu diingat bahwa kemanjuran hand sanitizer tergantung pada berapa banyak produk yang digunakan, teknik yang tepat, dan konsistensi penggunaan.
Berdasarkan panduan World Health Organization (WHO) tentang kebersihan tangan dalam perawatan pesehatan, ada dua jenis utama reaksi kulit terkait dengan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer.
Jenis pertama dan paling umum, yaitu kekeringan, iritasi, gatal, bahkan retak dan berdarah. Berbagai gejala ini disebut sebagai dermatitis kontak iritan.
Sedangkan jenis kedua, dermatitis kontak alergi. Dalam bentuknya yang paling serius, dermatitis kontak alergi dapat dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan gejala anafilaksis lainnya.