Gridhype.id – 54 tahun silam tepat pada 30 September 1965 tragedi kelam dalam sejarah Indonesia dilakukan oleh oknum pengkhianat negara.
Tragedi berdarah tersebut kini dikenal dengan sebutan G30S/PKI.
Dalam tragedi mengerikan tersebut, sedikitnya ada 10 nama yang menjadi korban tewas, termasuk 6 jenderal dan seorang perwira.
Selain tujuh jenderal TNI di atas, PKI juga menghabisi sejumlah anggota TNI dan Polri lain seperti AIP Karel Satsuit Tubu, Kapten Pierre Tendean, dan Kolonel Sugiono.
Kita sekarang mengenang 10 korban peristiwa G30S/PKI tersebut sebagai Pahlawan Revolusi.
Bahkan, putri jenderal TNI AH Nasution, Ade Irma Suryani Nasution juga harus tewas karena ditembak PKI.
Gugurnya beberapa tentara saat gerakan 30 September alias G30S/PKI membuat presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno menjadi bersedih.
Kesedihan Presiden Soekarno atas korban G30S/PKI diungkap dalam buku bertajuk 'Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno', Penerbit Buku Kompas 2014.
Maulwi yang merupakan pengawal pribadi Bung Karno, mengatakan kalau presiden Soekarno sangat sedih sekali atas nasib yang menimpa para jenderal TNI yang diculik.