GridHype.ID - Salah satu makanan tradisional khas Indonesia adalah tempe.
Tempe menjadi makanan tradisional yang secara turun temurun menjadi favorit.
Apalagi sudah bukan istimewa tempa disajikan tiap hari di meja makan.
Pasalnya harga makanan ini termasuk murah meriah.
Belum lagi, tempe dapat didapatkan dengan mudah.
Tak banyak kita tahu, salah satu khasiat tempe adalah membuat panjang umur.
Dilansir dari Kompas.com, makanan yang berasal dari kedelai ini kaya akan nutrisi.
Oleh karena kandungan nutrisinya yang menajubkan, tempe pun telah dikenal oleh masyarakat luar negeri.
Dilansir dari WebMD, tempe tidak mengandung kolesterol, dan merupakan cara yang baik untuk mendapatkan protein, vitamin B, serat, zat besi, kalsium, dan mineral lainnya.
Selain itu, tempe juga kaya akan prebiotik.
Prebiotik adalah jenis serat yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan kita.
Studi telah menemukan bahwa prebiotik bisa meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar.
Ini termasuk butirat yang merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar.
Dikutip dari Sajian Sedap, manfaat makan tempe disebut dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit.
WHo sampai mengakui tempe sebagai makanan berkhasiat setelah hasil penelitian tentang senyawa pembentuk tempe di sejumlah negara maju, seperti Jepang, AS, Inggris, dan Jerman, berbuah positif.
Asal tahu saja, tempe disebut dalam Serat Centini dan buku History of Java karangan Stanford Raffles, bukan santapan orang pinggiran.
Manfaat Makan Tempe
Para ahli menyebutkan bahwa sering makan tempe untuk wanita bisa membawa perubahan, salah satunya adalah tubuh yang langsing.
Tempe yang dimaksud di sini adalah tempe hasil fermentasi kedelai yang mengandung jamur inokulum Rhizopus sp. berwarna putih kapas.
Rhizopus sp. ini merupakan jamur yang dapat mengurai protein dalam kedelai menjadi asam amino, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.
Tak heran tempe membuat perempuan mudah memiliki tubuh langsing, serta mendukung program penurunan berat badan.
1. Kalori tempe
Kadar kalori pada tempe pun rendah, hanya 157 kalori per 100 gr.
Sedangkan kadar lemak tempe memang cukup tinggi. Setiap 100 gramnya mengandung 8,8 gram lemak (pada tempe segar) dan 19,7 gram (pada tempe kering).
Tapi, inilah keunggulannya tempe, karena tempe juga mengeluarkan enzim lipase, yang akan memecah lemak itu menjadi asam lemak yang dibutuhkan tubuh.
Terbanyak adalah asam lemak linoleat, lalu linolenat, dan oleat.
Nah, Asam lemak itu tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipasok dari makanan sehari-hari.
Tak hanya untuk diet, tempe pun bisa meningkatkan mutu makanan yang dikonsumsi perempuan.
2. Protein tempe
Asal tahu saja, setiap 100 gram tempe segar menyumbang 10,9 gram protein bagi tubuh yang mengonsumsinya.
Protein sebanyak itu lebih dari 25 persen kebutuhan protein (per hari) yang dianjurkan bagi orang dewasa.
Lainnya, protein tempe memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahan makanan lainnya.
Sekitar 56 persen dari jumlah yang dikonsumsi, dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Jumlah nitrogen terlarutnya meningkat 0,5 – 2,5 persen dan jumlah asam amino bebasnya setelah fermentasi meningkat 1 – 85 kali lipat dibandingkan dengan saat masih berupa kacang kedelai.
3. Kandungan asam amino tempe
Menilik susunan asam aminonya, tempe mempunya kadar lisin yang tinggi, tetap metionin-sistinnya rendah. Struktur ini berlawanan dengan yang dimiliki beras.
Teorinya, asam amino protein nabati bakal menjadi protein lengkap, bila dicampur dengan sesamanya.
Misalnya, nasi dicampur tahu, atau nasi dicampur perkedel jagung.
Bila gabugan ini melibatkan dua struktur yang berlawanan (seperti nasi dan tempe), otomatis akan meningkat kinerja lisin dan metionin-sistin.
Selain berfungsi sebagai penganan diet, tempe juga berpotensi meningkatkan mutu makanan perempuan.
Itulah sebabnya, makan tempe campur nasi sangat dianjurkan.
(*)