IMF Proyeksikan 3 Negara Kawasan Asia Tenggara Ini Bakal Bangkit Secara Ekonomi Tahun 2021, Salah Satunya Indonesia

Kamis, 31 Desember 2020 | 17:45
Tribunnews

Ilustrasi ekonomi

GridHype.ID - Dampak dari pandemi Covid-19 memukul perekonomian semua negara di dunia.

Kendati demikian, usai pandemi Covid-19 ini tentu membuat negara-negara di dunia lain harus kembali bangkit dari keterpurukan.

Baru-baru ini,Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) baru saja merilis proyeksi ekonomi global.

Baca Juga: Bikin Pangling, Potret Terbaru Baim Cilik Sukses Curi Perhatian Netizen: Sekarang Ganteng Banget

Menurut ramalan IMF, enam negara ekonomi terkemuka di Asia Tenggara bakal menghadapi jalur fiskal yang berbeda pada 2021 mendatang.

Khusus Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, IMF memproyeksi ketiga negara ini akan bangkit dari pandemi Covid-19. Sedangkan Singapura, Filipina, dan Thailand masih berjuang "menyehatkan" negaranya.

Mengutip Nikkei Asia, Rabu (30/12/2020), IMF menetapkan angka 100 sebagai dasar untuk produk domestik bruto (PDB) riil. Ketika negara, baik Vietnam, Indonesia, dan Malaysia, mencetak angka di atas 100 untuk tahun 2021. Artinya, ketiga negara ini bakal berkembang di tahun depan.

Baca Juga: Sama-sama Sandang Status Tersangka, Pengakuan Michael Yukinobu Defretes Dikuak Polisi, Sebut Seminggu Usai Dikirim Rekaman Video Syur Oleh Gisella Anastasia Langsung Dihapus

Perkembangannya lebih pesat dibandingkan dengan tingkat sebelum terjadi wabah Covid-19 pada tahun 2019.

Namun, keenam negara terus menghadapi ketidakpastian dari epidemi yang terus bermutasi, serta masuknya fase pemerintahan baru di AS.

Dari ketiga negara, Vietnam memimpin pertumbuhan dengan proyeksi indeks sebesar 108,4. S&P Global memperkirakan, ekonomi Vietnam akan tumbuh 10,9% secara riil pada 2021, lebih banyak dari negara lain di Asia-Pasifik, menyusul kenaikan 2,91% tahun 2020.

Baca Juga: Cuti Bersama Akhir Tahun Dipangkas 3 Hari, Libur PenggantiIdul Fitri Ditetapkan Tanggal 31 Desember 2020

Vietnam sendiri memang satu-satunya dari 6 negara yang sudah mencatat pertumbuhan ekonomi riil pada tahun 2020.

Banyak perusahaan global berbondong-bondong ke Vietnam sehingga membawa keuntungan bagi perdagangan ekspornya.

"Mengingat rendahnya biaya produksi di negara itu, kami melihat lebih banyak perusahaan mengalihkan operasi dari China ke sana, jika perang perdagangan antara Washington dan Beijing berlanjut," kata Japan Research Institute, Yuta Tsukada.

Baca Juga: Dituding Manfaatkan Ketenaran Keluarga Sang Kekasih, Atta Halilintar Bantah Hubungannya dengan Aurel Hermansyah Settingan

Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam, dengan indeks pertumbuhan mencapai 104,5.

Pertumbuhan didorong oleh pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja yang telah ditandatangani Presiden Jokowi.

Harapannya, omnibus law dapat memberikan kebebasan yang lebih besar kepada perusahaan dan membantu menarik investasi asing.

Baca Juga: Gisella Anastasia Berdalih Video Syurnya sebagai Dokumentasi Pribadi, Pakar Hukum: Bisa Didistribusikan atau Dapat Diakses, ya Dapat Pidana

Di posisi ketiga ada Malaysia, dengan indeks sebesar 101,3. Pertumbuhan lebih didorong oleh ekspor sektor andalan yang pulih, seperti sektor elektronik, seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi global.

Sedangkan 3 negara lainnya, yakni Singapura, Filipina, dan Thailand diperkirakan indeks pertumbuhannya di bawah angka 100 hingga tahun 2022.

Tak hanya itu, sektor pariwisata Thailand, yang menyumbang sekitar 20% dari PDB nasional negara Gajah Putih, juga terlihat masih bakal berjuang tahun depan.

Baca Juga: Makin Ramai, Bisnis Kuliner Saipul Jamil Tetap Menjanjikan Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Belum diperkirakan kapan akan pulih.

Begitupun dengan sektor pariwisata Singapura. Sementara ekspor otomotif yang menjadi pendorong utama pertumbuhan Thailand juga tidak mungkin pulih seperti pada suasana sebelum Covid-19.

Di Filipina, prospek belanja masyarakat masih suram, mengingat adanya perlambatan penjualan mobil dan barang tahan lama lainnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Eva Bellisima Jarang Bagikan Kemesraan Bersama Kiwil, Singgung Keberadaan Rohimah

Terlepas dari bedanya pertumbuhan masing-masing negara, keenam negara di kawasan Asia Tenggara ini bakal terpengaruh oleh perkembangan Covid-19 di dunia dan kebijakan AS di bawah kepemimpinan Joe Biden saat menjabat pada 20 Januari nanti.

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul IMF ramal ekonomi tiga negara ini bakal pulih penuh di 2021, termasuk Indonesia

(*)

Editor : Nailul Iffah

Sumber : Kontan.co.id

Baca Lainnya