Hilangkan Nyawa Kawan Sendiri, Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Sukoharjo Ternyata Telah Berteman dengan Korban Sejak SD, Ini Alasan HT Melakukan Tindakan Keji Itu

Minggu, 23 Agustus 2020 | 10:45
dok. Tribunnews.com

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, berinisial HT (41).

GridHype.ID - Warga Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukaharjo, Jawa Tengah dibuat heboh dengan pembunuhan satu keluarga.

Siapa sangka pelaku pembunuhan keji satu keluarga itu bukanlah orang jauh.

Bahkan bisa dikatakan pelaku memiliki hubungan baik dengan keluarga tersebut.

Baca Juga: Kobaran Api di Kejaksaan Agung Nyaris Melahap Habis Gedung Utama

Terduga pelaku berinisial HT (41) rupanya adalah teman dekat salah satu korban, Suranto.

Yugo Pamungkas, Kapolres Sukoharjo AKBP menyampaikan HT dan Suranto adalah teman sejak keduanya masih kecil.

"Mereka teman kecil, sejak dari SD," kata Bambang dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Solo.

Tak hanya itu, HT dan Suranto juga merupakan rekan kerja.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho mengatakan bahwa HT menjalankan armada milik Suranto untuk driver taksi online.

"Dia sering menjalankan ojek online milik korban, Jadi mobilnya milik korban, tapi yang menjalankan si pelaku," katanya.

Selain menjalankan ojek online, Suranto juga menyewakan mobil miliknya.

Baca Juga: Kasatpol PP DKI Jakarta Ngaku Berhasil Kumpulkan Rp 1,7 Miliar dari Sanksi dan Denda Pelanggar Tak Memakai Masker Selama PSBB

"Kalau ada yang rental, dan butuh sopir, kadang-kadang dia (pelaku) yang pegang (sopir)," terangnya.

"Pelaku ini kerap ke rumah Suranto," tambahnya.

Kediaman HT sendiri terbilang dekat dengan rumah korban.

Diperkirakan rumah HT dan Suranto sekitar 1 kilometer.

dok. Tribunnews.com

Sempat foto selfie bareng korban, pelaku pembunuhan satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, berinisial HT (41).

TribunnewsBogor.com melansir Kompas.com, Misteri tewasnya satu keluarga di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil diungkap polisi.

HT sendiri ditangkap tiga jam setelah dilakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaaan saksi.

Pelaku ditangkap pada Sabtu (22/08/2020) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: Jangan Sekali-kali Konsumsi Telur Ayam Bersamaan dengan 3 Makanan Ini Jika Tak Ingin Hal Fatal Terjadi!

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, motif pelaku melakukan pembunuhan itu karena ingin menguasai harta korban.

Pelaku kala itu rupanya sedang terlilit persoalan utang.

"Masih kita dalami. Sementara pengakuan dari pelaku nekat membunuh korban karena terdesak masalah utang," terang Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam konferensi pers di Polsek Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2020).

Dibunuh dan mobil korban dibawa kabur

Bambang menyampaikan jika dalam kasus tersebut pelaku membunuh empat orang yang terdiri ayah, ibu dan dua anaknya.

Keempat korban dibunuh dengan pisau dapur itu, berinisial S (43), SH (36), RR (9) dan DA (5).

"Pembunuhan diperkirakan Rabu (19/8/2020) dini hari," terangnya.

Baca Juga: Jadi Pekerjaan Sejuta Umat, Jabatan Ini Diperkirakan akan Hilang Pasca Pandemi Virus Corona

Setelah membunuh satu keluarga itu, pelaku langsung kabur membawa lari mobil korban.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit mobil milik korban, pisau dapur, dan lainnya.

Karena perbuatannya HT terancam hukuman penjara seumur hidup.

"Pelaku kita kenakan Pasal 365 juncto 338 dan atau 340 KUHP dengan hukuman pidana maksimal penjara seumur hidup," kata Bambang.

Pembunuhan satu keluarga ini terungkap saat timbul aroma menyengat dari dalam rumah korban pada Sabtu sekitar pukul 21.00 WIB.

Kala itu rumah dalam keadaan tertutup, wargapun mulai curiga dan memeriksa rumah itu.

Warga terkejut, karena saat itu empat orang korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan sangat mengenaskan.

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! Masak Nasi dengan Rice Cooker Berakibat Penyakit Mematikan Ini Bersarang dalam Tubuh

Keempat korban ditemukan tewas dengan kondisi terpisah.

"Ada empat orang.

Posisinya ditemukan anaknya terpencar terus suami istri jadi satu," kata Ketua RW 005 Dusun Slemben, Suratno ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian, Sabtu.

(*)

Editor : Ruhil Yumna

Sumber : Tribun Solo, Tribun Bogor

Baca Lainnya