Gridhype.id-Kondisi kesehatanIndra Bektiyang dikabarkan mengalami pendarahan otak menggemparkan dunia entertainment Tanah Air.
Bagaimana tidak,Indra Bektiyang selama ini dikenal sebagai presenter ternama yang terkenal ceria tetiba jatuh sakit bahkan dikabarkan tidak sadarkan diri.
Hal tersebut lantas membuatIndra Bektiharus dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (28/12/2022) lalu.
KondisiIndra Bektiterlebih kemudian berlanjut pada penanganan serius berupa operasi.
Kini,Indra Bektidiketahui sudah berangsur pulih dan bisa berinteraksi dengan baik setelah menjalani operasi.
Penyakit yang dialami olehIndra Bektimemang cukup mengerikan.
Pendarahan otak atau yang juga dikenal sebagai pembuluh darah pecah merupakan kondisi serius yang harus ditangani dengan baik.
Kondisi yang juga dikenal dengan istilah Aneurisma ini terjadi karenadinding pembuluh darah otak melebar (ballooning) dan mengakibatkan melemahnya dinding pembuluh darah.
Dirangkum dari lamanTribun Jabar, aneurisma dapat mengakibatkan kondisi fatal yakni pendarahan pada bagian otak (subarachnoid) dan kerusakan otak.
Tergolong sebagai penyakit serius, kondisi Aneurima pecah tersebut diperkirakan dialami oleh satu orang setiap 18 menit.
Risiko terjadi penyakit ini sebenarnya dapat dialami oleh siapa pun tanpa terkecuali.
Meski dikenal sebagai penyakit yang tidak memiliki gejala, namun diperkirakan bahwa500.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat Aneurisma.

:quality(100)/photo/2022/12/30/fotojet28jpg-20221230084631.jpg)
Indra Bekti alami pecah pembuluh darah.
Penanganan terhadap penyakit ini harus dilakukan dengans serius dan terorganisasi.
Pasalnya, penyakit ini memerlukanperalatan dan fasilitas yang memadai.
Dengan risiko buruk yang bisa terjadi akibat penyakit ini, maka penting bagi masyarakat untuk mengetahui penyebabnya.
Dilansir dari lamanKementerian Kesehatan,berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya aneurisma otak:
- Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Berusia lebih dari 40 tahun.
- Berjenis kelamin perempuan, terutama yang sudah menopuase
- Memiliki riwayat cedera kepala
- Mengonsumsi minumal beralkohol secara berlebihan
- Menggunakan narkoba, terutama kokain
- Memiliki kebiasaan merokok
- Memiliki keluarha dengan penyakit serupa
- Penyakit ginjal polikistik
- Koartasio aorta
- Malformasi arteri-vena
- Sindrom Ehlers-Danlod
- Sindrom Marfan
(*)