Baru Boleh Dibuka 63 Tahun Kemudian, Ratu Elizabeth II Tinggalkan Surat Rahasia ini Sebelum Wafat

Jumat, 16 September 2022 | 14:30
instagram.com/theroyalfamily

Ratu Elizabeth II

GridHype.id-Masyarakat dan keluarga kerajaan Inggris saat ini masih dalam suasana berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9/2022) lalu.

Segala hal mengenai Ratu Elizabeth II kini menjadi sorotan media yang tak ketinggalan.

Belakangan diketahui, jika Ratu Elizabeth II meninggalkan surat rahasia sebelum kepergiannya.

Dia meninggalkan sebuah surat tersembunyi di dalam Gedung Ratu Victoria di Australia.

Surat itu ditujukan untuk orang-orang Sydney.

Namun sang ratu memberikan instruksi yang sangat ketat terhadap surat itu.

Alih-alih segera dibuka agar pesannya bisa tersampaikan, Ratu Elizabeth II justru meminta agar surat rahasia tersebut dibuka pada tahun 2085.

Instruksi tersebut tertulis di dalam catatan di samping surat dalam kotak kaca di Gedung Ratu Victoria.

Yang bisa dibaca sejauh ini hanyalah instruksi dari mendiang Ratu Elizabeth II, yang dengan sangat jelas menyebutkan kapan surat itu akan dibuka.

Baca Juga: Kematian Ratu Elizabeth II Pengaruhi Tatatan Kekuasaan Kerajaan Inggris, Begini Janji Pangeran William Soal Ayahnya yang Naik Takhta Jadi Raja

Kolase Daily Mail
Kolase Daily Mail

Ratu Elizabeth II menulis surat rahasia untuk Australia

Catatan yang ditinggalkan itu berbunyi: "Salam. Pada hari yang cocok untuk dipilih oleh Anda pada tahun 2085 M, tolong buka amplop ini dan sampaikan kepada warga SYDNEY pesan saya kepada mereka."

Surat yang ditinggalkan Ratu ditujukan kepada "Yang Benar dan Yang Terhormat Walikota Sydney, Australia".

Gedung Ratu Victoria sendiri dibuka pada tahun 1898 dan dinamai untuk menghormati Ratu Victoria, yang telah merayakan Jubilee Berliannya setahun sebelumnya.

Saat ini, raja Inggris tetap menjadi kepala negara untuk Australia, dengan Raja Charles III mengambil alih dari Ratu setelah kematiannya.

Selama 70 tahun masa pemerintahannya, Ratu Elizabeth telah mengunjungi Australia beberapa kali dan dikatakan telah mengembangkan hubungan yang sangat pribadi dengan negara tersebut, seperti dikutip dari Daily Express.

Yang Mulia telah mengunjungi negara itu 16 kali selama bertahun-tahun dia bertakhta.

Kunjungan pertamanya terjadi pada tahun 1954, dua tahun setelah dia naik takhta.

Australia memilih untuk mempertahankan Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara mereka pada tahun 1999.

Mereka menghidupkan kembali upaya mereka untuk menghapus monarki sebagai kepala negara mereka setelah akhir pemerintahan Ratu Elizabeth.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Jadi Pemimpin Terlama Sepanjang Sejarah, Berikut 5 Judul Film yang Bikin Kamu Semakin Mengenal Kisah Keluarga Kerajaan Inggris

(*)

Editor : Ngesti Sekar Dewi

Baca Lainnya