Pantas Gak Pernah Gemuk, Ternyata Ini Penyebab Seseorang Makan Banyak tapi Berat Badan Tidak Naik

Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05
Freepik

Ilustrasi makan banyak

GridHype.ID -Apakah kamu pernah mengenal orang yang makan banyak namun tidak membuat berat badannya naik?

Ya, mungkin banyak di antara kamu yang pernah mengetahuinya ya.

Dan hal tersebut mungkin bikin sebagian orang jengkel.

Pasalnya, beberapa orang harus menjaga pola makannya untuk mempertahankan berat badan agar tetap ideal dan sehat.

Sementara itu, ada orang yang bisa makan apa saja, namun berat badannya tidak naik dan tubuhnya pun tidak tampak gemuk.

Lantas, apa rahasianya? Kenapa ada orang yang banyak makan dan berat badannya tidak bertambah?

Mereka tidak makan sebanyak yang kita kira

Dilansir dari Live Science, Kathleen Melanson, profesor di University of Rhode Island mengatakan, ada faktor genetik, nutrisi, dan bahkan perilaku yang membuat berat badan seseorang tidak mudah naik, meski tidak menjaga pola makannya.

Sejauh mana masing-masing faktor tersebut berperan pada setiap individu, tentu sangat bervariasi.

Salah satu faktor terpenting yang tidak ada hubungannya dengan tipe tubuh atau metabolisme adalah persepsi.

Menurut Melanson, banyak orang yang tampaknya makan apa saja tanpa menambah berat badan sebenarnya tidak makan lebih banyak dari kita.

Baca Juga: Pantas Dikenal Sederhana, Riders Sheila On 7 untuk Konser Disebut Tak Pernah Merepotkan, 'Mau Makan di Pinggir Jalan'

Misalnya, orang yang makan es krim setiap hari mungkin secara alami mengompensasi kalori ekstra tersebut dengan makan lebih sedikit pada waktu makan lain atau mengurangi ngemil di waktu-waktu lainnya.

Senada dengan hal itu, Dr. Frank Greenway, Chief Medical Officer di Pennington Biomedical Research Center mengatakan, jika kita mengukur kalori mereka, mungkin mereka tidak makan sebanyak yang kita pikirkan.

Orang-orang yang berat badannya tidak bertambah itu mungkin juga hanya makan makanan padat kalori saat mereka makan.

Faktor aktivitas fisik

Aktivitas fisik juga bisa memengaruhi.

Beberapa orang lebih banyak bergerak, misalnya, mereka memiliki pekerjaan yang aktif atau menghabiskan sepanjang hari dengan bermain bersama anak-anak mereka.

Bahkan, ada bukti ilmiah bahwa beberapa orang secara genetik cenderung ingin selalu menggerakkan tubuh mereka.

Gerakan ekstra ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan tidak termasuk olahraga.

Semakin banyak kita bergerak, semakin banyak mitokondria dalam sel-sel otot yang akan meningkat jumlah dan aktivitasnya.

Ini adalah pembangkit listrik yang menciptakan energi untuk bergerak. Semakin banyak mitokondria, berarti semakin banyak kalori yang terbakar.

Dr. Ines Barroso, peneliti di University of Cambridge di Inggris yang mempelajari genetika obesitas menjelaskan, ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa, meski tanpa olahraga, beberapa orang dilahirkan dengan tubuh yang mampu membakar lebih banyak kalori secara signifikan.

Baca Juga: Banyak yang Gak Tahu, Benarkah Makan Cokelat Bisa Sebabkan Jerawat Muncul?

Tetapi, mungkin ada perbedaan fisiologis yang memungkinkan beberapa orang secara alami memoderasi jumlah kalori yang mereka konsumsi tanpa melakukan pengendalian diri yang berlebihan.

Kaskade sinyal sistem saraf dan hormon yang beredar dalam darah kita berinteraksi untuk memberi tahu kita saat kita lapar atau kenyang.

Ini disebut sistem pengaturan nafsu makan dan mungkin lebih sensitif pada beberapa orang.

Faktor genetik

Genetika juga dapat berperan dalam kecenderungan seseorang untuk menambah atau menurunkan berat badan.

Dalam sebuah studi tahun 2019, peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 250 wilayah DNA berbeda yang terkait dengan obesitas.

Untuk penelitian ini, para ilmuwan membandingkan 1.622 orang sehat yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) rendah dengan 1.985 orang obesitas berat dan 10.433 orang kontrol yang memiliki berat badan normal.

Mereka menemukan bahwa peserta yang kurus memiliki lebih sedikit gen yang terkait dengan obesitas.

Namun, menurut Barroso, gen saja tidak menentukan berat badan.

Para peneliti tidak menemukan gen yang secara eksklusif dapat "melindungi" kita dari obesitas atau membuat seseorang lebih mudah obesitas.

Menurut Barroso, ada juga orang-orang yang memiliki faktor penentu genetik untuk obesitas namun mereka tidak obesitas.

Dengan demikian, penjelasan untuk fenomena ini cukup rumit.

Tidak ada tombol on-off genetik yang memungkinkan kita untuk makan semua yang kita inginkan tanpa menambah berat badan.

Sementara itu, berat badan yang mudah bertambah pun belum tentu karena kita tidak mengendalikannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Makan tapi Tidak Mudah Gemuk, Apa Penyebabnya?"

Baca Juga: Tak Terduga, Nagita Slavina Sebut Rafathar dan Rayyanza Doyan Makan Sayur dari Daun Ini: Kita Tahunya Itu Berhubungan sama Gaib...

(*)

Editor : Helna Estalansa

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya