Jelang Idulfitri, ini Dia Doa yang Bisa Ditunaikan Usai Salat Eid, Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Kamis, 28 April 2022 | 05:00
Kompas.com

salat idul fitri

Gridhype.id- Sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan menyambut datangnya Idulfitri.

Tak terasa, hampir sebulan kita menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Ada banyak hal yang harus disiapkan menjelang datangnya hari bahagia tersebut.

Sebagai hari raya yang dinantikan umat muslim, Idulfitri menjadi momen penting yang istimewa.

Salah satu momen istimewa tersebut adalah adanya salat eid.

Salat eid merupakan salat yang dilakukan saat hari raya Islam, yaitu saat Idulfitri dan Iduladha.

Tak sembarang dilakukan, ada bacaan doa yang bisa dihaturkan usat menjalani salat idulfitri.

Dilansir dari Tribun Sumsel, salat eid dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya.

Hukum dari salat tersebut adalah sunnat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir.

Salat ini bisa dikerjakan sendiri, namun baiknya dilakukan berjamaah.

Baca Juga: Bagi-bagi Takjil Kerap Dilakukan Saat Bulan Ramadan, Ini Bacaan Doa untuk Orang yang Memberi Makan Buka Puasa

Niat dan Tata Cara Salat Idulftri

Niat

Shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

“ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil fithri adaan lillahi ta'ala”.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat tunai karena Allah ta’ala.”

Hukum melafalkan niat ini adalah sunnah, yang wajib adalah secara sadar dan sengaja dalam batin berniat menunaikan salat sunnah Idul Fitri.

Salat Idul Fitri tidak diawali dengan azan atau iqamah.

Takbiratul Ikhram

Takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa.

Baca Juga: Taat Beribadah Namun Doa Tak Kunjung Dikabulkan, Sepuluh Perkara Ini Bisa Jadi Penghalangnya

Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama.

Takbir 7 kali di rakaat pertama

Di rakaat pertama terdapat tujuh takbir yang harus dilakukan.

Hal ini dilakukan setelah pembacaan do’a iftitah selesai.

Adapun lafaz bacaannya sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ا

Allahu akbaru kabiiran wal hamdu lillahi katsiran wasubhana allahi bukratan wa ashilan

Artinya:” Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak , Maha Suci Allah baik waktu pagi dan petang.”

Boleh juga membaca lafaz berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر

Baca Juga: Lengkap dengan Tulisan Arab dan Artinya, Inilah Bacaan Doa Ziarah Kubur, Mulai dari Doa Arwah sampai Doa Khusus untuk Ahli Kubur

Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah,wallahu akbar

Alfatihah

Membaca Surat al-Fatihah.

Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surah Qaf atau surah Al-'Ala.

Takbir 5 kali pada rakaat kedua

Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “Allaahu akbar” seperti sebelumnya.

Baca Surat Pendek

Kemudian fatihah dan surah al-Qamar atau surah al -Ghasyiyah.

Demikian penjelasan Imam Nawawi dalam kitab al Adzkar.

Perlu diketahui, hukum takbir tambahan ini sunnah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak membatalkan shalat id.

Salam

Setelah salam, bertakbir Id, dan ditutup dengan doa apa saja, baik doa warid (kebiasaan) atau doa dalam bahasa yang dipahami.

Bacaan Doa Setelah Sholat Idul Fitri

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat oleh Ustaz Adi Hidayat dikutip dari kanal YouTube Audio Dakwah

- Istighfar (Astaghfirullahaladzim)

- Dzikir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ

“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya seratus kejelekan (dosa). Dzikir itu juga penjaga dirinya dari gangguan setan pada hari itu sampai sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang datang membawa amal yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali ada orang yang beramal lebih banyak daripada dirinya.”

وقال : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ ، وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

Beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WA BI HAMDIH (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya) sebanyak seratus kali sehari, terhapuslah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari, no. 6403 dan Muslim, no. 2691)

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ ؛ وَلَهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، عَشْرَ مَرَّاتٍ . كَانَ كَمَنْ أعْتَقَ أرْبَعَةَ أنْفُسٍ منْ وَلَدِ إسْمَاعِيلَ

“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) sebanyak sepuluh kali, maka ia seperti orang yang telah memerdekakan empat jiwa dari anak keturunan Isma’il.” (HR. Bukhari, no. 6404 dan Muslim, no. 2693)

- Bacaan ayat - ayat Quran (Q.S Al-Ikhlas, Q.S Al-alaq, Q.S An-Nas)

- 3 bacaan utama (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar)

Subhanallah menepikkan segala hak yang tidak terkait dengan sifat dan keagungan Allah SWT, jadi Allah tidak disekutukan dengan apa-apalagi.

Alhamdulillah semua yang kita kerjakan bermanfaat, pakaian bermanfaat, kendaraan bermanfaat, rizki bermanfaat tidak korupsi, tidak mencuri.

- Bacaan Ayat Qursi

Berikut adalah lafadz ayat kursi yang tercantum dalam Al-Qur’an.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Berikut bacaannya dalam bahasa latin.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Kemudian ini adalah terjemahannya:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha tinggi lagi maha besar.”

Artikel ini telah tayang di Tribun Sumseldengan judul Bacaan Doa Setelah Shalat Idul Fitri 1442 H Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaan Shalat (11/5/2021).

Baca Juga: Sejumlah Orang yang Tak Mampu Menjalankan Ibadah Puasa Wajib Bayar Fidyah, Simak Daftar yang Berhak Menerima

(*)

Editor : Ngesti Sekar Dewi

Sumber : Tribun Sumsel

Baca Lainnya