Bagi Penderita Diabetes Jangan Minum 5 Obat Ini, Efeknya Bisa Bahaya

Kamis, 10 Agustus 2023 | 15:04
Freepik

Ilustrasi darah tinggi naik.

GridHype.ID -Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak masyarakat yang mengidap penyakit darah tinggi.

Ya, bahkan orang terdekat kamu pasti ada yang mengalami tekanan darah tinggi alias hipertensi bukan?

Biasanya orang yang menderitahipertensi,mereka akan mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darahnya.

Namun siapa sangka, sederet obat darah tinggi ini justru tak boleh kamu konsumsi loh.

Efeknya bisa bahaya banget loh.

Buruan disimak sebelum terlambat!

Seperti diketahui, penyintas darah tinggi yang sudah tidak bisa lagi diturunkan atau dikontrol dengan pola makan, olahraga, dan istirahat, mau tak mau harus rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi.

Obat penurun tekanan darah tinggi tersebut harus dikonsumsi setiap hari oleh penyintas darah tinggi.

Tentu sebelum mengonsumsi obat secara rutin penyintas darah tinggi harus kontrol terlebih dahulu ke dokter.

Baca Juga: Penderita Diabetes Stop Minum Obat Kimia, Dianjurkan Makan Buah Nanas

Prihal obat penurun tekanan darah tinggi, harus diingat ada beberapa obat darah tinggi yang tidak boleh lagi dikonsumsi.

Pasalnya obat tersebut berisiko tinggi bagi kesehatan.

Karenanya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), abadan otoritas tertinggi milik pemerintah yang berhak menerbitkan izin, mengawasi, sekaligus mencabut segala ketentuan izin yang berkaitan dengan produk makanan dan obat-obatan, telah menarik 5 obat darah tinggi pada 2019 dari pasaran.

Obat darah tinggi tersebut dari perusahaan farmasi besar dan ternama.

5 obat darah tinggi tersebut adalah:

  • Cardiocom Kaptab Salut Selaput 150 dan 300 mg dari PT Combiphar.
  • Irbesartan Tablet Salut Selaput 150 dan 300 mg dari PT Otto Pharmaceuticals Industries.
  • Irbesartan Tablet Salut Selaput 150 dan 300 mg dari PT Pertiwi Agung.
  • Tensira Tablet Salut Selaput 150 dan 300 mg dari PT Pertiwi Agung.
  • Opisar Tablet Salut Selaput 150 dan 300 mg dari PT Abbott Indonesia.
Penarikan obat-obat darah tinggi tersebut dari pasaran Indonesia oleh BPOM RI, sebagai tindak lanjut temuan BPOM Amerika (FDA) terkait zat pengotor N-Nitrosodiethylamine (NDEA) pada bahan baku Ibesartan dari perusahaan farmasi China.

Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, mengutip website resmi BPOM mengatakan, penarikan obat tersebut sudah terpampang di website resmi BPOM. "Kan sudah jelas di website karena mengandung irbesartan," ungkapnya.

Untuk diketahui, NDEA sendiri adalah zat yang diketahui berhubungan dengan risiko kanker.

"Berdasarkan penelusuran BPOM RI, terdapat obat antihipertensi yang mengandung Irbesartan yang beredar di Indonesia menggunakan bahan baku berasal dari Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China," tulis BPOM.

"Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta kepada industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat serta melakukan penarikan obat yang mengandung Irbesartan dengan sumber bahan baku Zhejiang Huahai China dan melaporkan kepada BPOM RI," lanjut Penny.

Bagi penyintas darah tinggi yang biasa mengonsumsi obat-obat tersebut berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk melanjutkan pengobatan.

Penting juga diingat, obat daraj tinggi yang banyak dikonsumsi di Indonesia, Amlodipine juga mempunyai efek samping.

Karenanya obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai resep dokter.

Baca Juga: Resep Cara Mengatasi Diabetes Dengan Obat Herbal Ala dr Zaidul Akbar

Sebab sama seperti obat lainnya, amlodipine juga memiliki efek samping tidak ringan jika salah mengonsumsinya.

Dilansir dari laman nhs.uk (18/2/2022), efek samping amlodipine umumnya jarang terjadi serius, namun tetap mengganggu.

Adapun efek samping amlodipine yang umum terjadi diantaranya:

- Sakit kepala

- Merasa pusing

- Rasa hangat dan panas di wajah, leher, atau dada (flushing)

- Detak jantung berdebar

- Pergelangan kaki bengkak

Lantas bagaimana cara mengonsumsi amlodipine dengan benar?

Konsumsi amlodipine wajib mengikuti anjuran dokter dan sesuai informasi yang tertera pada kemasan.

Jangan pernah mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Amlodipine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Usahakan untuk mengonsumsi amlodipine pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal.

Juga tetap minum obat ini meski kita telah merasa sehat.

Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sebab berhenti dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, dan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Jika lupa mengonsumsi amlodipine, disarankan untuk segera meminumnya bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Baca Juga: Tips Kesehatan, Bolehkah Penderita Diabetes Mengonsumsi Mi Instan?

Artikel ini telah tayang di GridHealth.ID dengan judul "Sekedar Mengingatkan, 5 Obat Darah Tinggi Ini Tidak Boleh Lagi Dikonsumsi Sejak 2019"

Baca Juga: Jangan Sampai Kecolongan, Penderita Hipertensi Dilarang Keras Konsumsi Makanan Sejuta Umat Ini, Awas Bisa Bikin Tekanan Darah Langsung Melonjak Tinggi!

(*)

Editor : Helna Estalansa

Sumber : GridHealth.ID

Baca Lainnya