Find Us On Social Media :

4 Kisah Manis Raihan Medali yang Didapat Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Kancah Olimpiade, Hingga Kini Bisa Jadi Tradisi Emas

Pasangan ganda putra nomor satu dunia asal Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melakukan tos di sela pertandingan melawan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan pada Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 di Hall Pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (17/6

GridHype.ID - Cabang olahraga bulu tangkis atau badminton di Indonesia kerap mendulang prestasi di kancah internasional.

Terlebih kini semua atlet Indonesia tengah berjuang berlaga di pesta olahraga Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang.

Bulu tangkis sendiri diharapkan mampu menyumbangkan perolehan medalinya bagi Indonesia.

Terbaru, melansir dari Tribun Sport, Pasangan ganda putra nomor satu dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil meraih kemenangan saat bersua dengan Lane/Vendy di fase grup cabor bulutangkis Olimpiade Tokyo 2021, Sabtu (24/7/2021).

The Minions (julukan Kevin/Sanjaya) menang mudah atas wakil Inggris itu dengan dua set langsung, 21-15 dan 21-11.

Kemenangan ini membuat The Minions mengikuti jejak Jonatan Christie, Greysia/Apriyani dan Praveen/Melati yang di laga sebelumnya juga meraih hasil yang sama.

The Minions menjadi wakil Indonesia pertama dari sektor ganda putra yang meraih kemenangan.

Dari olimpiade yang diselenggarakan sebelumnya, cabang bulu tangkis kerap kali menyumbangkan medalinya.

Melansir dari Kompas.com, dari Olimpiade Rio 2016, medali emas bagi Merah Putih dipersembahkan oleh cabor bulu tangkis melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Adapun, dua medali perak disumbangkan oleh Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani dari cabor angkat besi.

Baca Juga: Kabar Duka, Legenda Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Markis Kido Tutup Usia, Hendra Setiawan Turut Berduka Cita Kehilangan Partner Terbaiknya

Keberhasilan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir merebut medali emas kembali membuat Indonesia mengukir catatan manis di Olimpiade.

Sebab, Indonesia kembali merasakan medali emas setelah tradisi emas Merah Putih di Olimpiade sempat terputus pada Olimpiade London 2012.

Berikut KOMPAS.com merangkum empat catatan manis Indonesia pada ajang Olimpiade sejak pertama kali tampil pada 1952.

1. Medali perdana

Mengutip KOMPAS Pedia, medali pertama Indonesia pesta olahraga internasional terbesar itu hadir pada Olimpiade Seoul 1988.

Setelah tujuh kali berpartisipasi di Olimpiade tanpa perolehan medali, Indonesia baru bisa meraih medali pada keikutsertaan ke-8.

Trio pemanah Merah Putih yaitu Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardani, dan Lilies Handayani berhasil menyabet medali perak pada Olimpiade Seoul.

Perolehan satu medali perak pada Olimpiade Seoul 1988 menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia.

Sebab, untuk pertama kalinya dalam 36 tahun, Indonesia mendapatkan medali Olimpiade.

Baca Juga: Mulai Nyerah dengan Kebiasaan Sang Istri, Atta Halilintar Adukan Hal ini pada Ashanty dan Anang hingga Bongkar Fakta ini

2. Medali Emas Pertama

Indonesia menggoreskan kisah manis pada Olimpiade Barcelona 1992.

Untuk pertama kalinya, ada atlet Merah Putih yang berhasil meraih medali emas Olimpiade.

Dua medali emas pada Olimpiade 1992 dipersembahkan oleh Susy Susanti dan Alan Budikusuma dari cabor bulu tangkis.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia total meraih lima medali yang semuanya berasal dari bulu tangkis.

Selain Susy Susanti dan Alan Budikusuma yang merebut medali emas, juga ada Ardy Wiranata (perak tunggal putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (perak ganda putra), dan Hermawan Susanto (perunggu tunggal putra).

3. Tradisi emas

Susy Susanti dan Alan Budikusuma tak hanya memberikan medali emas pertama bagi Indonesia.

Pencapaian ini juga menjadi awal dimulainya tradisi emas Merah Putih di Olimpiade.

Sejak Olimpiade 1992 di Barcelona hingga Olimpiade Beijing 2008, Indonesia selalu bisa membawa pulang setidaknya satu medali emas.

Medali emas itu pun selalu hadir melalui cabor bulu tangkis yaitu Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra, Atlanta 1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra, Sydney 2000), Taufik Hidayat (tunggal putra, Athena 2004), dan Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra, Beijing 2008).

Baca Juga: Jonatan Christie Dipaksa Mundur dari Perhelatan Bergengsi All England 2021, KBRI London Perjuangkan Nasib Timnas Indonesia, Pastikan Tidak Ada Diskriminasi

Tradisi emas Indonesia sempat terhenti pada Olimpiade London 2012.

Namun, empat tahun kemudian di Rio de Janeiro, Indonesia kembali merasakan manisnya medali emas Olimpiade melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

4. Panen medali di Sydney dan Beijing

Olimpiade Sydney 2000 dan Beijing 2008 menjadi penampilan terbaik Indonesia dalam sejarah Olimpiade hingga saat ini.

Perolehan medali terbanyak Indonesia di Olimpiade terjadi pada dua edisi Olimpiade tersebut.

Di Sydney dan Beijing, Indonesia sama-sama sukses membawa pulang total enam medali.

Pada Olimpiade Sydney 2000, enam medali Merah Putih yaitu satu emas (bulu tangkis), tiga perak (2 bulu tangkis, 1 angkat besi), dan dua perunggu (angkat besi).

Kemudian pada Olimpiade Beijing 2008, Indonesia kembali membawa pulang enam medali yaitu satu emas (bulu tangkis), satu perak (bulu tangkis), empat perunggu (3 angkat besi, 1 bulu tangkis).

(*)