Find Us On Social Media :

Jadi Negara Produsen Vaksin Terbesar di Dunia, India Malah Kehabisan Vaksin Covid-19 Akibat Lonjakan Gelombang Kedua yang Makin Parah

Ilustrasi vaksin Covid-19

Akan tetapi walau India sendiri adalah produsen vaksin Covid-19 terbesar di dunia, mereka mengalami kekurangan stok di dalam negeri dan kini menghentikan sementara ekspor vaksin AstraZeneca agar kebutuhan domestik terpenuhi.

Baca Juga: Sampai Lontarkan Sumpah Serapah, Anang Hermansyah Ketakutan saat Disuntik Vaksin oleh Dokter Terawan, Netizen: Ketawa Dosa Gak Sih Min

Lebih dari 13 juta orang berusia 18-45 tahun mendaftar untuk mendapatkan vaksin, tetapi negara-negara bagian termasuk Madhya Pradesh dan Maharashtra yang terdampak paling parah mengatakan mereka kehabisan stok.

Alhasil, rencana vaksinasi kelompok usia ini yang sedianya dilakukan pada 1 Mei harus diundur.

Sementara itu Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal meminta warganya tidak mengantre vaksin dulu, karena ibu kota India tersebut belum menerima barangnya.

Baca Juga: Pujaan Perempuan Indonesia dari Segala Generasi, 5 Hal Mengejutkan Soal Nicholas Saputra, Dari Antre Vaksin hingga Kisah Cintanya di Zaman SMA

"Begitu vaksin tiba kami akan memberitahu Anda, lalu Anda bisa datang untuk disuntik."

"Kami mengimbau Anda untuk tidak memadati pusat vaksin dalam beberapa hari ke depan," katanya dikutip dari BBC seraya menambahkan lockdown di ibu kita akan diperpanjang seminggu.

Para pakar percaya India harus meningkatkan vaksinasi di daerah-daerah dengan penularan tinggi, dan di lima negara bagian tempat pemilu diadakan.

Baca Juga: Yuk Disimak, Ini Dia Jenis-Jenis Vaksin Covid-19 yang Ada di Dunia yang Wajib Kamu Ketahui, Mulai dari Metode hingga Negara Produksinya

Bhramar Mukherjee ahli biostatistik di Universitas Michigan mengatakan kepada BBC, India perlu menyuntikkan 10 juta vaksin virus corona setiap hari dan tak bisa berpuas diri dengan kecepatan 3 juta dosis per hari seperti sekarang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "India Kehabisan Vaksin, Krisis Covid-19 Makin Parah"

(*)