Kapok Bawakan Tembang Nestapa yang Malah Jadi Soundtrack Hidupnya, Nia Daniaty Tegas Tolak Tiap Dapat Tawaran Rekaman Lagu Sedih yang Menurutnya Bawa Kutukan

Minggu, 16 Agustus 2020 | 19:45
Instagram @niadaniatynew

Nia Daniaty

GridHype.ID - Siapa sangka penyanyi Nia Daniaty memiliki pantangan tersendiri dalam hal pekerjaan.

Penyanyi lawas ini tak serta-merta menerima tawaran pekerjaan yang datang padanya.

Bahkan dengan tegas Nia Daniaty menolak jika mendapat tawaran untuk menjalani sesi rekaman lagu sedih.

Baca Juga: 3 Tahun Menjanda Usai Bercerai dengan Perwira TNI, Putri Sulung Nia Daniaty Kepergok Gandeng Seorang Taruna, Netizen: Ganti Lagi?

Ruapanya Nia Daniaty sangat percaya akan kutukan yang ada dalam sebuah lagu.

Ya, lagu-lagu yang ia bawakan terkadang menjadi realisasi perjalanan hidupnya.

"Makanya sekarang kalau orang minta saya nyanyi, saya mintanya yang kata-katanya indah yang bikin bahagia dan positif.

Kalau lagu sedih, enggak deh, tapi kalau yang bakal membahagiakan saya oke," kata Nia Daniaty seperti dikutip Kompas.com dari video YouTube Rian Ekky Pradipta, Minggu (16/8/2020).

Iapun membeberkan beberapa lagu yang ia bawakan justru menjadi soundtrack kehidupan pribadinya.

Lagu seperti "Aku Tak Ingin Dimadu", "Burung Pun Ingat Pulang", bahkan lagu populer "Kaulah Segalanya" sedikit banyak menjadi penggambaran kehidupan cintanya setelah membangun biduk rumah tangga.

Baca Juga: Dulu Pernah Perang Dingin Rebutan Harta Gono Gini, Hubungan Nia Daniaty dan Farhat Kembali Timbulkan Tanda Tanya, Kembali Bersitegang?

Kini setelah tahu akan segala yang terjadi pada hidupnya, mantan istri Farhat Abbas ini tak ingin menyanyikan lagu dengan lirik yang bermakna negatif atau kesedihan.

"Saya maunya walaupun mellow tapi liriknya jangan yang sedih deh," kata Nia.

Nia Daniaty lalu menjabarkan pada Rian D'Masiv jika lagu 'Gelas-gelas Kaca' yang selama ini dianggap lagu tentang cinta ternyata bukan.

Lagu tersebut rupanya diciptakan oleh Rinto Harahap tentang anak-anak yatim piatu yang hanya bisa menangis ke hadapan kaca.

(*)

Editor : Ruhil Yumna

Sumber : Kompas

Baca Lainnya