Find Us On Social Media :

Niat Hati Ingin Ambil Uang Rp6 Juta di ATM. Warga Sumsel Kaget Uang yang Ia Terima Tak Layak Edar, Saat Ditukar Bank Menolak

Ilustrasi mesin ATM

Seharusnya uang salah cetak itu tak boleh beredar di masyarakat," katanya seraya mengatakan selain membayar angsuran rumah dirinya juga melakukan transaksi berbelanja di beberapa tempat dan tidak memeriksa apakah uang rusak atau tidak.

Hal yang sama disampaikan Chandra, warga Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur yang juga mendapat uang dalam kondisi terpotong.

"Kalau dilihat uang sepertinya asli tapi dalam keadaan terpotong, saya sempat belanjakan tapi ditolak karena takut tidak laku.

Baca Juga: Dituduh Punya Ilmu Santet yang Dikirim Lewat Bingkisan, Nenek Ini Terpaksa Jalani Ritual Sumpah Pocong Demi Buktikan Kebenarannya

Ini tidak tahu kenapa banyak uang rusak justru beredar di Prabumulih," keluhnya.

Menanggapi itu Wakil Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel (BSB) kota Prabumulih, Nina Pratiwi didampingi Kabag Umum Joko Tri Sutrisno mengaku jika adanya uang rusak yang beredar sudah biasa terjadi namun untuk jumlah besar baru terjadi kali ini.

"Sebetulnya biasa tapi tidak banyak paling selembar dan uang rusak ini bisa dikembalikan untuk ditukar dengan yang baru yang layak edar," ujarnya.

Nina mengatakan, saat ini baru sekitar Rp 1 juta uang rusak yang diketahui pihaknya baik dari pemeriksaan maupun dari masyarakat yang mengembalikan.