Tak Perlu Panic Buying Saat Ada Himbauan untuk Social Distancing, Cukup Beli 3 Jenis Makanan Ini Saja!

Sabtu, 21 Maret 2020 | 12:35
Kompas.com/RindiNurisVelarosdela

Kalap belanja alias panic buying di tengah pandemi virus corona.

GridHype.ID - Himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing atau pembatasan sosial beberapa waktu lalu nyatanya memberi efek tersendiri.

Banyak orang yang kemudian merasa khawatir dan menjadi kalap dalam mmebeli barang-barang kebutuhan.

Padahal kepanikan tersebut justru akan menimbulkan permasalahan lain, seperti kelangkaan persediaan kebutuhan tertentu.

Baca Juga: Pemerintah Langsung Lakukan Tes Virus Corona Masal, Achmad Yurinato: Orang yang Berisiko Kisaran 600.000 hingga 700.000 Orang

Daripada panic buying, masyarakat seharusnya bisa mulai memilah bahan makanan yang memang ia perluakan saat masa isolasi.

"Orang kan banyak yang kepikiran makannya saja, tapi kan kualitasnya harus bagus juga," demikian diungkapkan Chef Yuda Bustara ketika dihubungi, Kamis (19/03/20).

Untuk mempermudah memilih bahan makanan yang diperlukan dan tidak melakukan panic buying, chef Yuda menyarankan kita mempersiapkan tiga jenis makanan berikut:

1. Karbohidrat

Karbohidrat menjadi satu dari tiga komponen paling penting yang harus ada dalam setiap menu makanan kita.

Ingatlah bahwa karbohidrat tak hanya nasi putih, sehingga kamu tidak perlu memborong banyak beras untuk disimpan di rumah.

"Kita punya banyak opsi jadi enggak perlu panic buying. Beras juga bisa diganti kentang, pasta, singkong, mie, dan lainnya," kata dia.

Baca Juga: Ilmuwan Sebut Jika Golongan Darah A Lebih Mudah Terinfeksi Virus Corona, Sedangkan Golongan Darah Ini Ditemukan Lebih Kebal

2. Protein

Telur merupakan sumber protein yang paling mudah didapatkan dan juga murah.

Kamu juga bisa membeli beberapa opsi daging kalengan, misalnya tuna atau kornet agar bisa disimpan lebih lama.

Namun, jangan ragu jika ingin membeli daging segar, misalnya daging sapi atau ayam, karena kamu tetap bisa menyimpannya dengan cara dibekukan.

Agar tetap segar saat kembali dihangatkan, kamu bisa memasak daging-dagingan tersebut hingga setengah matang sebelum dibekukan.

Teknik ini juga dibagikan Yuda lewat akun YouTube-nya, Yuda Bustara, dalam video berjudul "Resep Hainan Chicken Meal Prep".

"Daripada panic buying mending meal prep. Jadi beli sebutuhnya misalnya untuk seminggu, masak untuk seminggu lalu kita bekukan," kata Yuda.

Jika tidak memiliki microwave, kamu bisa menghangatkan makanan itu dengan cara lain seperti dikukus, direbus, atau menggunakan rice cooker dan penanak nasi.

Baca Juga: Sesumbar Ingin Sebarkan Corona ke Diskotik, Namun Nahas Begini Kondisi Pria Jepang Penyebar Covid-19 Itu

3. Sayur tinggi serat

Serat juga bisa didapatkan dari beberapa bahan makanan pokok, seperti oat atau beras merah.

Namun, kamu juga bisa menyediakannya dalam bentuk sayuran yang dapat menjadi pelengkap menu makanan.

Menurut Yuda, sayuran berbatang seperti brokoli atau wortel cenderung lebih awet untuk disimpan ketimbang sayuran berdaun.

"Sayur berdaun paling bisa disimpan sampai tiga hari. Sayur bisa dimasak dulu lalu dibekukan, bisa disimpan lama," ungkapnya.

Sayur beku yang ada di supermarket juga bisa menjadi opsi.

"Banyak orang menganggap yang beku tidak bagus. Sebenarnya di pabriknya itu langsung dimasukin ke blast chiller, jadi nutrisinya tidak hilang saat dilelehkan lagi," ujar Yuda.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Jenis Bahan Makanan Penting Selama Isolasi di Rumah

Editor : Ruhil Yumna

Sumber : Kompas

Baca Lainnya