Kisah Para Tukang Cukur di Denpasar, Pendapatannya Melebihi Gaji PNS di Jakarta!

Kamis, 26 Desember 2019 | 19:05
TribunBali

Ketika Tukang Cukur di Denpasar Bergaji Lebih Tinggi dari PNS di Jakarta!

Gridhype.id–Take home pay PNS DKI Jakarta golongan 3A dengan masa kerja 1 tahun bisa mencapai Rp9 juta sampai Rp12 juta.

Namun tahukah kamu, jika gaji yang diterima oleh PNS tersebut belum ada apa-apanya dengan pendapatan seorang tukang cukur.

Ya, Sambil menggenggam hair clipper (penjepit rambut) dan sisir, Ahmad Assundawi memangkas sedikit demi sedikit rambut tamu yang duduk di kursi.

Baca Juga: Kantung Mata Hitam dan Besar, Coba 5 Tips Ampuh Berikut Untuk Menghilangkannya

Gerakan tangannya begitu lincah dalam memangkas rambut di sisi kanan, kiri, depan dan belakang customernya.

Sesekali ia berkomunikasi dengan tamu untuk membuat suasana nyaman.

Meski jadi tukang cukur atau bahasa kerennya barberman, tapi bukan berarti pekerjaan Ahmad yang bisa dianggap remeh.

Bahkan, dari segi pendapatan, barberman adalah pekerjaan yang keren.

Gaji bulanan untuk barberman sekelas Ahmad ternyata setara dengan gaji manajer pemula atau mencapai Rp9 juta lebih di sebuah usaha barbershop di Denpasar.

Baca Juga: Unik! Guru Cantik ini Punya Cara Kreatif Untuk Ajarkan Anatomi Tubuh Pada Murid-Muridnya

“Gaji tukang cukur di Bali, menurut saya, lebih tinggi daripada di Jakarta.

"Saya digaji bersih Rp7 juta sampai Rp8 juta sebulan. Uang kos ditanggung."

"Kalau dihitung, totalnya bisa Rp9 juta."

"Karena tempat kos saya itu kan sewanya Rp1 juta per bulan,” ungkap salah satu tukang cukur di Seven Barbershop Jalan Merdeka, Renon, Denpasar itu, Kamis (23/5/2019) malam.

Pria berusia 30 tahun ini mengaku penghasilannya bisa lebih dari itu jika ada tamunya yang memberikan uang tips apabila hasil pangkasan rambut yang dikerjakannya memuaskan.

Ia beruntung bisa mendapatkan peluang kerja di Bali dengan gaji yang sangat memuaskan untuk ukuran dirinya.

Baca Juga: Punya Tanda Seperti ini Pada Telinga Kamu, Hati-Hati Karena Bisa Berisiko Terkena Penyakit Mematikan ini

“Saat jadi tukang cukur di Jakarta pada empat atau lima tahun lalu, saya cuma digaji Rp4 juta,” kata lelaki asal Bandung ini.

Ahmad mengaku sudah bisa membeli tanah di tempat asalnya, dari hasil menyisihkan sisa gajinya sebagai barberman.

“Ya sudah bisa (beli tanah) sedikit di kampung. Kalau mobil, ada teman saya yang sudah bisa beli mobil dari hasil nyukur.

Tiap bekerja, dia bawa mobil, keren kayak artis,” kata lelaki yang sudah lima tahun menjadi tukang cukur di Bali ini.

Meski sempat kuliah di jurusan Manajemen Informatika, namun Ahmad memilih fokus menjadi barberman.

Baca Juga: Punya Tanda Seperti ini Pada Telinga Kamu, Hati-Hati Karena Bisa Berisiko Terkena Penyakit Mematikan ini

Selain karena passion atau bakatnya yang lebih suka di dunia tata rambut (hair style), potensi pendapatan yang diperoleh juga ia anggap lebih menjanjikan daripada kerja kantoran sebagai pegawai biasa.

Apalagi, karena perekonomian Bali khususnya Denpasar terus berkembang, tamu barbershop juga selalu ada saja.

“Karena passion saya lebih di sini, jadi saya fokus di sini saja,” ujarnya.

Tarif sekali potong rambut di tempatnya bekerja, kata Ahmad, Rp70 ribu.

Bersama lima rekannya di Seven Barbershop, rata-rata mereka menggarap potong rambut dari 15 sampai 20 kepala per hari.

Kerja mereka rata-rata 10 jam per hari dengan jadwal libur sekali dalam seminggu.

Baca Juga: Jangan Dilihat Lebih dari 2 Menit, Berikut 6 Tips Melihat Gerhana Matahari Cincin

“Kalau di tempat kerja kami atau di Denpasarlah, sudah ada bule yang rajin ke barber.

Persentase pelanggan kami kira-kira 40 bule, sisanya lokal,” ujar pria yang mengaku sudah biasa melayani tamu bule ini.

“Ya bahasa inggris bisa dikit-dikitlah, untuk komunikasi di kerjaan saya saja,” ujarnya.

Menurut Ahmad Assundawi, di masa awal ia bekerja di barbershop tersebut, memang antusiasme masyarakat baik lokal, maupun wisatawan yang datang ke barbershop belum begitu tinggi.

Namun barbershop mulai diserbu sejak tiga tahun terakhir ini.

Baca Juga: Pernah Mimpi Sedang Berselingkuh, Ternyata Ada Makna Berbeda Dibalik Mimpi Tersebut Loh!

Saat ini, potensi usaha barbershop di Bali, khususnya di Denpasar, masih sangat menjanjikan.

“Potensi bisnis barbershop hingga beberapa tahun ke depan saya kira bagus sih, karena tanah Bali ini tanah pariwisata, jadi setiap orang ada yang datang dan ada yang pergi."

"Saya yakin akan tambah lagi jumlah barbershop. Tapi banyak kompetitor bukan berarti kita bersaing tidak sehat.

Kita saling meramaikan barbershop yang ada di Bali,” kata pria yang tinggal di daerah Sanur ini.

Bagi Ahmad, pekerjaan tukang cukur memang terkadang dianggap remeh atau dipandang sebelah mata.

Padahal, kebutuhan memotong rambut sebetulnya sudah seperti kebutuhan terhadap makanan, akan selalu diperlukan.

Sebab, rambut terus tumbuh dan sampai waktu tertentu perlu dipotong. Belum lagi, kebutuhan untuk gaya atau mode rambut juga semakin meningkat di zaman now.

“Sekarang, penampilan para barberman itu bisa nyaingi anak band. Mereka tidak lagi dipandang sebelah mata,” kata Ahmad.

Ahmad awalnya bisa nyukur rambut ketika ia berkunjung ke salon milik paman dan bibinya di Bandung.

Waktu masih berusia belasan tahun, Ahmad mengaku kerap membantu pamannya melayani customer di salon. Lambat laun akhirnya ia tertarik dengan dunia itu.

“Sempat nyari uang tambahan untuk sekolah dulu pas masih bersekolah. Dari sana awal mulanya. Jadi bisa dibilang keturunanlah saya bisa mencukur,” terangnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Siti Oetari, Janda ‘Perawan’ Bung Karno yang Juga Merupakan Nenek dari Maia Estianty

Sekali pangkas Rp500 Ribu

Usaha barbershop terus bermunculan di Bali. Hampir di setiap jalan, khususnya di Denpasar dan Badung, kini terdapat usaha barbershop atau tempat cukur rambut pria.

Salah satu barbershop di Bali yang terkenal hingga ke mancanegara adalah Bali Barber yang beralamat di Jalan Basangkasa, Seminyak, Badung.

Tarif yang dipasang barbershop ini memang istimewa, yakni mulai dari 100k (Rp100 ribu) sampai 500k sekali pangkas rambut.

“Di sini mulai dari tarif Rp100 ribu sampai Rp500 ribu ada. Kalau Rp100 ribu itu cuma untuk gundul saja. Kalau Rp500 ribu biasanya bule yang ngambil.

Itu sudah full service (layanan lengkap), yakni cuci dua kali, potongan rambut klasik, cukur kuku dan perawatan kuku, penyejuk mata, dan bonus satu botol bir,” kata salah satu barberman di Bali Barber, Henry, kepada Tribun Bali, Sabtu (25/5/2019).

Baca Juga: Berusia 6.000 Tahun dan Ditemukan di Lait Mati, Begini Penampakan Tertua di Dunia

Pria asal Lumajang, Jawa Timur, ini sudah dua tahun kerja sebagai tukang cukur rambut di Bali Barber.

Sebelum kerja di sana, Henry mengaku sudah menjadi tukang cukur di sejumlah tempat cukur baik di Denpasar dan Badung.

Ditanya berapa gaji yang ia terima sebagai tukang cukur di barbershop itu? Henry sedikit malu-malu menjawab.

Namun akhirnya ia mengungkap, gaji yang dia terima selama sebulan bisa mencapai Rp7 juta sampai Rp8 juta.

Kabarnya, barbershop satu ini mampu menggaji tukang cukurnya sampai Rp12 juta sebulan.

Namun karena Henry baru dua tahun kerja di sana, ia masih mendapatkan gaji Rp8 juta.

Baca Juga: Tak Terjamah Manusia, ini 5 Misteri Bawah Laut yang Mistis dan Jadi Perdebatan Hingga Kini

“Tukang cukur yang kerja di sini adalah yang sudah berpengalaman lebih dari tujuh tahun,” kata pria berusia 37 tahun ini.

Henry tertarik belajar mencukur rambut karena sering bergaul dengan teman-temannya yang ahli cukur rambut ketika ia masih berusia 29 tahun.

Ia pun ternyata menikmati pekerjaan tersebut. Sedikit demi sedikit ia mengasah kemampuannya membuat model atau style rambut yang bagus serta kekinian.

Di Bali Barber, Henry rata-rata kerja selama 8 jam per hari. Rata-rata tamu yang datang ke barbershop ini adalah para wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Memegang kepala bule sudah menjadi rutinitas sehari-hari Henry.

Bagi Henry, usaha barbershop masih menjanjikan di Bali.

Barbershop yang bagus, menurut dia, adalah yang mengedepankan kualitas pelayanan dan kebersihan alat yang digunakan.

“Yang bagus itu, pertama dari kualitas alat-alat. Steril atau gak. Soalnya steril itu pengaruh. Seperti clipper, gunting semua itu, satu orang customer kami clean. Itu standar kami. Sama pelayanan harus baik,” ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul“Kisah Tukang Cukur di Denpasar Bergaji Rp 9 Juta, Bisa Beli Tanah dari Hasil Nyukur Rambut di Bali.”

Editor : Ngesti Sekar Dewi

Sumber : Tribun Bali

Baca Lainnya