Ilmuwan Berhasil Mengungkap Penyebab Seseorang Bisa Menjadi Psikopat, Benarkan Bisa Disembuhkan?

Senin, 30 September 2019 | 09:05
Smithsonian Magazine

Penelitian Temukan Penyebab Seseorang Jadi Psikopat, Mungkinkah Bisa Disembuhkan?

GridHype.ID–Saat mendengar kata psikopat, otak kita otomatis akan mengarah pada sesuatu yang mengerikan seperti pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan dengan keji.

Namun pernahkah kamu bertanya, mengapa seseorang bisa menjadi psikopat?

Apakah ada trauma di masa lalunya atau hanya sekedar infin bersenang-senang dengan menyakiti orang lain?

Lepas dari itu, beberapa studi telah membantu kita untuk lebih memahami dan mengenal seorang psikopat.

Baca Juga: Hati-Hati, Kebiasaan Minum Kopi di Jam ini dengan Perut Kosong Ternyata Berisiko Tinggi Bikin Tubuh Kita Jadi Stress

Nah, yang paling baru, para ilmuwan di AS mengklaim berhasil mengungkap akar penyebab seseorang menjadi psikopat.

Menurut studi yang dilakukan ahli dari Mind Research Network dan Lovelace Biomedical and Environmental Research Institute, psikopat muncul karena gangguan pemusatan perhatian di otak.

Studi yang diterbitkan di jurnal Cognitive, Affective, & Behavioral Neuroscience edisi 9 April 2018 juga menegaskan bahwa penyakit mental satu ini sangat mungkin diatasi.

“Sebagian besar orang melihat psikopat sebagai monster. Padahal, saya yakin kondisi mental yang sangat serius ini bisa diatasi,” kata Nathaniel E. Andersaon salah satu peneliti kepada PsyPost via IFL Science, Pada Juli lalu.

Baca Juga: Tak Ingin Miss V Mengeluarkan Bau Tak Sedap, Cukup Rutin Lakukan Hal Sederhana ini dan Hindari Beberapa Makanan Berikut

"Perawatan psikopat sebenarnya sama dengan skizofrenia, autisme, dan depresi,” imbuhnya.

Hal tersebut diyakini Anderson setelah ia dan koleganya menganalisis temuan tahun 2010 yang menemukan hubungan antara gangguan pemusatan perhatian dengan sifat-sifat psikopat.

Untuk membuktikan teorinya, Anderson dan timnya meneliti 168 narapidana laki-laki yang telah disertifikasi memiliki sifat psikopat.

Semua responden diminta untuk menyelesaikan tugas eksentrik pendengaran.

Mereka diminta mendengarkan rekaman suara dan menekan tombol apabila mendengar suara dengan intonasi yang sangat tinggi.

Baca Juga: Meja Mana yang Akan Kamu Hindari, Pilihanmu Bisa Ungkap Seberapa Tinggi Level Stresmu Saat ini

Selagi responden mendengarkan rekaman di dalam mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI), para ahli memantau aktivitas otak mereka.

Hasil fMRI menunjukkan aktivitas abnormal di area otak terlibat dengan area pemusatan perhatian, termasuk korteks temporal anterior, konteks prefrontal medial, dan cingulate anterior dorsal.

Hal inilah yang menguatkan temuan sebelumnya.

Ini berarti, cara otak memutuskan mana yang penting dan tidak, termasuk apakah itu ada hubungannya dengan emosi atau tidak, mungkin berperan penting dalam perkembangan sifat psikopat.

Baca Juga: Sepelekan Gigitan Serangga dan Tak Langsung Diobati, Kaki Anak Balita ini Terancam di Amputasi Akibat Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging

“Alasan pemrosesan emosional mungkin menjadi akar munculnya psikopat. Terlebih, otak orang dengan gangguan psikopat tidak memperhatikan informasi emosional seperti otak orang yang sehat,” kata Anderson.

Eksperimen ini mengamati sesuatu yang sangat spesifik dan erat hubungannya dengan sifat psikopat.

Namun ini belum kesimpulan. Anderson berharap ada studi lebih lanjut yang akan mengamati kelompok responden berbeda untuk memastikan teori ini, misalnya anak-anak yang cenderung menunjukkan sifat psikopat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul"Kabar Baik, Ahli Temukan Akar Penyebab Psikopat".

Editor : Ngesti Sekar Dewi

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya